La Belle Charite by Adria Martana
Konsep Karakter
- Nama : La Belle Charite
- Klan : Veelaa (bangsa peri)
- Jenis kelamin : Perempuan
- Usia : 60 tahun (sama dengan 20 tahun usia manusia bumi)
- Tempat tinggal : Desa suru, planet oracles
- Kondisi psikologis : Polos, punya keinginan kuat
- Hobi : Suka membaca
Reaksi terhadap kejadian luar biasa : Panik tapi berusaha untuk tetap tenang, hanya bisa bergerak tanpa bisa mengeluarkan suara

Konsep Cerita
La Belle Charite berbeda dengan peri-peri kebanyakan. Terlahir tanpa sayap, dan tidak bisa mengucapkan satu mantra pun. Sejak kecil dia selalu diejek oleh teman-temannya karena keanehannya tersebut.
Obsesi terbesarnya adalah makan buah sanin. Buah yang terletak di puncak pohon tertinggi di desanya. Charite kecil memang tidak pernah bisa mengambilnya karena ia tidak bisa terbang Karena keinginannya yang demikian besar untuk merasakan buah sanin tersebut, ia memutar otak. Sesuai semboyan hidupnya tak ada akar, rotan pun jadi. Maka ia memutuskan untuk belajar memanah. Dalam pikiranya, ia bisa merasakan buah sanin tersebut kalau ia bisa memanah buah sanin itu.
Dengan penuh susah payah, ia berhasil belajar memanah, dan merasakan nikmatnya buah sanin tersebut. Namun tidak ada seorang pun tahu. Bagi mereka charite, hanya peri aneh yang suka menyendiri dan kutu buku serta membawa benda aneh yang tidak jelas kegunaannya (=busur).
Suatu hari tetua desa (=kepala desa) memerintahkan charite untuk mencari obat di hutan suru. Obat yang dicari adalah obat eating appetite (obat nafsu makan) untuk tetua desa yang sudah seminggu tidak nafsu makan. Ditemani oink, charite pun mencari obat tersebut. Karena kegemarannya membaca buku2x tua, baginya sangat mudah untuk mencari pohon yang dimaksud. Sayang buah untuk obat tersebut letaknya ada di atas puncak pohon lebih tinggi dari pohon buah sanin. Karena takut merusak buahnya, charite meminta tolong oink untuk mengambilnya.
Dengan penuh kegembiraan, oink terbang ke menuju puncak pohon dan berhasil mengambil buah tersebut. Tapi karena kecerobohannya, oink pun tersangkut di dahan tersebut. Tiba – tiba dari kejauhan datang seekor burung south bird raksasa, baginya oink terlihat sebagai daging yang sangat lezat. Charite yang baru mulai lancar memanah, mencoba untuk memanah dahan-dahan di sekitar dahan tempat oink tersangkut. Karena tidak jauh dari sarang itu
Burung tersebut mengurungkan niatnya untuk mematok oink, karena melihat keselamatan anaknya lebih penting. Anak2nya terancam oleh panah charite yang tidak menentu arahnya. Tanpa terduga charite berhasil memanah ranting tempat oink tergantung. Oink pun selamat dari ancaman maut.
Sesampai di desa, oink bercerita ke seluruh penduduk desa mengenai pengalamannya itu. Membangga-banggakan sahabat barunya.Tetua desa sungguh gembira mendengar cerita oink, selain charite bisa membantu menyembuhkan nafsu makannya. Ia juga menyelamatkan salah satu penduduk desa. Charite sang peri penyendiri berubah menjadi pahlawan desa.
Charite sekarang tidak sendirian lagi, ia punya banyak sahabat baru. Terutama peri-peri kecil yang ingin bisa pintar memanah seperti dia.
Pesan moral : Jalan hidup seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Jangan karena seseorang bilang kamu tuh goblok maka Kita tidak pernah merasa mampu untuk melakukan apa – apa (apaaaaaaaaaaa sih )

1 Comments:
lucu.... :D
oink'nya mana?
Post a Comment
<< Home